Senin, 01 Juni 2015

Image Enhancement Metode Contrast Terhadap Citra Input

Lakukan image enhancement metode contrast terhadap citra input berikut :  





Penyelesaian : S1 titik- titiknya  (r1.S1) dan (r2.S2) adalah : (0 . 0.4) dan (0.3 . 0.1) , jadi Persamaan yang digunakan adalah :


S2 titik- titiknya  (r1.S1) dan (r2.S2) adalah : (0.3 . 0.1) dan (0.5 . 0.9) , jadi Persamaan yang digunakan adalah : 


S3 titik- titiknya  (r1.S1) dan (r2.S2) adalah : (0.5 . 0.9) dan (1 . 1) , jadi Persamaan yang digunakan adalah :


S4 titik- titiknya  (r1.S1) dan (r2.S2) adalah : (1 . 1) dan (0.8 . 0.6) , jadi Persamaan yang digunakan adalah :


Gray Level yang diketahui : Membuat Normalisasi , tujuannya agar nilai yang terdapat pada matriks di buat   ≥ 0 dan ≤ 1  dengan rumusnya r / 255 

Cat :  r = nilai tereduksi dari table matriks (dengan cara menghilangkan nilai yang sama) 

jadi Gray Level yang diketahui :      
1.     200     → r = 200/255 = 0.7843    
2.     100     → r = 100/255 = 0.3922    
3.     50       → r = 50 / 255 = 0.1961     
4.     10       → r = 10 / 255 = 0.0392 
Persamaan yang didapat sebelumnya adalah :
SI   = -r + 0.4               →   0. ≤ r ≤ 0.3 
SII  = 4r - 1.3           →   0.3 ≤ r ≤ 0.5 
SIII = -0.2r + 0.8      →   0.5 ≤ r ≤ 1
SIV = 2r - 1             →   1 ≥ r ≥ 0.8

 Selanjutnya masukan nilai gray level (r) yang telah didapat sebelumnya ke persamaan SI, SII, SIII dan SIV      

 1.     SIV     = ( 2 * 200/255 - 1 ) * 255    = 145    
 2.     SII       = ( 4 * 100/255 – 1.3) * 255 = 68,50  ≈ 69    
 3.     SI        = ( -50/255 + 0.4 ) * 255       = 52   
 4.     SI        = ( -10/255 + 0.4 ) * 255       = 92,00 ≈ 92
 Kemudian Ganti Nilai Tabel Matriks dengan Nilai :      
·Nilai 200 diganti dengan 145      ·  
 Nilai 100 diganti dengan 69      ·       
 Nilai 50 diganti dengan 52      ·      
 Nilai 10 diganti dengan 92

Bentuk table nya seperti dibawah ini










Semoga postingan kali Ini Bermanfaat Bagi Teman – teman Dan apabila masih ada kurang dan salah dalam penulisan serta analisa, jangan lupa di komentari ya….!!! ^_^


Image Enhancement Histogram (Citra Digital)

Historgram Citra
Histogram citra merupakan diagram yang menggambarkan distribusi frekuensi nilai intensitas piksel dalam suatu citra. Sumbu horisontal merupakan nilai intensitas piksel sedangkan sumbu vertikal merupakan frekuensi/jumlah piksel. Historgram dari sebuah citra ditunjukan pada gambar





Citra yang terang, histogramnya akan cenderung menumpuk di sebelah kanan, dan citra gelap, histogramnya akan menumpuk di sebelah kiri.

Perataan Histogram (Histogram Equalization)


Teknik perataan histogram merupakan gabungan antara pergeseran dan pelebaran histogram. Tujuan yang akan dicapai pada teknik ini adalah untuk mendapatkan citra dengan daerah tingkat keabuan yang penuh dan dengan distribusi pixel pada setiap tingkat keabuan yang merata.
Pada teknik perataan histogram ini mentransformasi tingkat keabuanrk menjadi sk  dengan suatu fungsi transformasi T(rkfungsi transformasi ini memiliki syarat sebagai berikut:
  •  T(r)  memberikan nilai tunggal (one-one-onto) sehingga memiliki inverse serta monoton naik untuk interval 0 ≤ ≥ 
  • 0 ≤ T(r) ≥ 1 atau 0 ≤ ≥ 1.

Bentuk Umum Metode Histogram


rk =  tingkat keabuan ke-k
nk  =  nilai intensitas /  pixel  pada  setiap tingkat keabuan rk pada citra

 = total seluruh pixel yang ada pada setiap tingkat keabuan


Sekian dulu untuk penjelasan singkat tentang histogram. Sekarang masuk pada kasus soal seperti dibawah ini...?? ^_^

Misalkan ada gambar atau objek dengan ukuran 64*64 dengan 16 gray level maka..?
64*64 = 4096  perhatikan gambar dibawah ini yang dibuat dengan Excel..



0 Comments